26 November 2016

Pendakian Gunung Merbabu via Selo Boyolali

Gunung Merbabu Via Selo Boyolali
(Estimasi Waktu,Biaya & Track Pendakian)



Sedikit cerita tentang Gunung Merbabu, Gunung Merbabu berasal dari kata "meru" yang berarti gunung dan "babu" yang berarti wanita, gunung merbabu menjadi salah satu gunung terpopuler untuk di daki karna memiliki view sabana yang indah, gunung merbabu terletak di Jawa Tengah dengan puncak tertingginya "Kenteng Songo" 3142 Mdpl. 
Gunung Merbabu pun letaknya berdekatan dengan gunung merapi di sebelah selatannya, untuk mendaki gunung merbabu kita bisa melewati 4 jalur pendakian diantaranya : 
  • Jalur Selo (Boyolali)
  • Jalur Wekas (Magelang)
  • Jalur Cunthel (Magelang)
  • Jalur Thekelan (Magelang)
  • Jalur Suwanting (Magelang)
Kalian bisa memilih untuk start pendakian dari 4 jalur resmi di gunung merbabu, kali ini gue sendiri bakalan jabarin estimasi biaya pendakian, waktu & medan track yang di lewatin. Postingan kali ini jalur yang gue lewatin bersama team di pendakian gunung merbabu via Selo (boyolali).

4 November 2016
Kali ini team untuk pendakian gunung merbabu berjumlah 5 orang dari tangerang yang bernama (Danu, Amri, Tatan, Galih, Erwin), untuk menuju boyolali ada 2 pilihan, bisa menggunakan Kereta api maupun Bis, karna gue dan team kehabisan tiket kerta api yang seharga 75.000/org akhirnya kita semua mutusin buat naik bis untuk mencapai boyolali dengan harga 150.000/org, sebenernya lebih murah kereta api cuma disini kita kehabisan, ada baiknya untuk kalian mau menuju boyolali menggunakan kereta api bisa booking 2/1 minggu sebelum hari keberangkatan, kalo kalian menggunakan kereta api menuju basecam boyolali tujuan kalian harus ke stasiun purwosari di solo dulu setelah itu bisa lanjutin bis untuk menuju desa Selo (boyolali) / carter mobil untuk mengantarkan ke basecamp, karna kereta api tidak ada langsung jurusan boyolali jadi kalian harus transit di stasiun solo.

Balik lagi ke cerita perjalanan gue dan team, disini kita ke boyolali menggunakan bis yang start dari terminal gorogol tujuan boyolali, untuk mencapai basecamp di desa selo (boyolali) kalian bisa turun di terminal boyolali lalu meneruskan lagi dengan angkutan kecil menuju desa selo, tetapi gue dan team enggak turun di terminal boyolali karna disana banyak calo rese & disini kita mutusin buat berhenti di pom bensin sebelum terminal boyolali.

Perjalanan menggunakan bis sekiranya menempuh waktu kisaran 10 jam, bis kita pun berangkat dari jam 13.00 siang & sampai di pom bensin sebelum terminal boyolali pukul 23.00 malam, cukup cepat sih menurut gue hahaha... karna lagi engga ada hari besar jadi engga ada kemacetan selama perjalanan, setelah sampai di pom bensin sebelum terminal boyolali team kita mutusin buat engga ngeteng karna jam 23.00 udah engga ada angkutan lagi menuju desa selo, lalu kita semua mutusin buat carter mobil langsung menuju desa selo, ohiya kali ini yang kita sewa itu mobil dari salah satu basecamp di desa selo, menurut gue orang ini sih enak, selain kita bisa carter mobilnya sampe basecamp kita juga dikasih tempat penginapan dirumahnya secara gratis, rumahnya itu letaknya engga jauh dari plang pendakian gunung merbabu, disini kita ber 5 membayar carteran mobil sebesar 175.000/5org untuk mobil carry... harga yang cukup murah menurut gue sendiri, karna selain menginap gratis dirumahnya kita disediain mck yang bersih, listrik & minuman hangat seperti teh, kopi yang bisa kita seduh secara freeeee... gimana gak baik ini orang.? 
langsung aja gue kenalin orangnya... eitss ini bukan promo tapi beneran orangnya enak, namanya Pak Nardi kalian juga bisa contact dia kalau ingin melakukan pendakian ke gunung merbabu [081393121405 / 085728508235] 
diusahain kalian engga sms dia mungkin pak nardi agak susah ngeliat smsnya. 

Jangan takut bertanya sama pak nardi... orangnya baik kok buktinya dia rela2in engga tidur buat jemput gue sama team jam 11 malem, kalo kalian menggunakan jasanya kalian juga bisa diantarkan dari rumahnya yg letaknya di kaki gunung merbabu menuju plang pendakian gunung merbabu secara gratis juga, biasanya kalo dari bawah sampe ke plang pendakian disitu engga ada angkutan jadi para pendaki biasanya sewa mobil losbak / menggunakan ojek & percayalah itu bakalan ngeluarin budget yang extra hahaha... sebenernya juga bisa jalan tetapi mungkin tenaga kalian bakalan abis duluan sebelum mendaki hahaha, lumayan jauh meen ke plang pendakian gunung merbabunya.

5 November 2016
Pagi itu sekiranya pukul 05.00 gue dan team langsung bangun buat langsung kepasar yang letaknya engga jauh dari rumah pak nardi, setelah selesai belanja logistik team langsung 
re-packing buat memulai pendakian agak pagi biar bisa lebih santai-santai di jalur pendakiannya.
Rumah Pak Nardi yang ada mobil Carry Merah
Tepat pukul 08.00 team kami sampai di pos pendaftaran simaksi dan membayar simaksi 15.000/org (sudah termasuk tiket masuk & segala asuransi pendakian Taman Nasional Gunung Merbabu) 

Beberapa lembar simaksi pendakian
Setelah pengurusan simaksi selesai team pun segera mempersiapkan segalanya untuk pendakian termasuk air, karna di jalur selo ini tidak terdapat sumber mata air... jadi tempat pengisian air terakhir cuma terdapat di pos pendaftaran simaksi.

Plang Taman Nasional Gunung Merbabu sedang di renovasi
PLANG TNGM - POS 1 (Dok Malang)
Pendakian bersama team pun dimulai dari plang taman nasional gunung merbabu menuju pos 1, ohhiya untuk mencapai camp area bisa membutuhkan waktu 7-8 jam pendakian itu tergantung fisik masing-masing & bisa lebih cepat juga, di awal jalur kita memasuki hutan yang masih agak tertutup... jadi agak adem karna matahari sedikit tertutup pepohonan rindang, karakter jalur dari plang tngm menuju pos 1 itu tanah-tanah liat menanjak, saat itu cuaca cerah jadi tracknya engga basah, mungkin kalo track tanah ini agak basah lumayan licin juga di lewatinnya.

Track awal Pendakian

alay corat coret plang peringatan!!!
Waktu menunjukan pukul 08.50 di pos 1, estimasi yang gue dapet bersama team untuk menuju Pos 1 50menit, waktu yang lumayan cepet buat gue sama team sampe di pos 1 & kita mutusin buat istirahat sebentar di pos 1 engga lupa juga kita abadiin setiap moment perjalanan ini hehehe.

POS 1 (DOK MALANG)

Santai dulu aja sobb..

Di pos 1 ini cuacanya cukup adem buat beristirahat sejenak karna masih di dalam hutan, di pos 1 juga tersedia sebidang lapak untuk mendirikan tenda tapi view belum kelihatan karna masih tertutup pepohonan, yaaa tapi sayang juga kalo ngediriin tenda di pos 1, karna masih jauh perjalanannya hehehe.

POS 1 - POS 2 (Pandean)
Sekiranya 10 menit waktu yang cukup untuk beristirahat di pos 1 gue sama team langsung lanjutin perjalanan ke pos 2, karna kita takut kesiangan cuaca jadi terasa panas hehehe, waktu menunjukan pukul 09.00 start dari pos 1, jalur menuju pos 2 masih lumayan tertutup... jadi masih agak adem juga hehehe. Saran aja sih dalam perjalanan mendaki biar engga terlalu capek & jenuh kalian bisa foto-foto selama pendakian berlangsung / kalian bisa konsumsi madu, gula merah, coklat untuk menambah stamina. 
Track menuju pos 2 masih berupa tanah dan sedikit-sedikit jalur pun agak terbuka & semakin menanjak untuk sampai di pos 2.

Seperjalanan sampai di pos 2 gue sama team engga abadiin moment karna disini kita udah lumayan kepanasan & track sebelum sampe di pos 2 juga lumayan nanjak jadi kerasa magernya foto-foto hahaha. tempat pukul 10.05 team pun sampai di POS 2 (Pandean) jadi waktu tempuh yang team dapetin untuk bisa sampe ke pos 2 65menit, sebenernya bisa lebih cepet... itu tergantung fisik masing-masing, berhubung team yang berjumlah 5 orang ini perokok jadi agak engap juga kalo jalan terus hahaha. POS 2 (Pandean) sudah lumayan terbuka & matahari pun agak terik jadi yaaaa lumayan lah yaa panasnya, di pos 2 team engga lama-lama buat istirahat dan langsung nerusin perjalanan ke POS 3 (Watu Tulis).

POS 2 - POS 3 (Watu Tulis)
Dari Pos 2 team start pukul 10.20 untuk melanjutkan perjalanan menuju Pos 3, Track menuju pos 3 masih di dominasi tanah-tanah semakin menanjak, sepanjang perjalanan untuk ke pos 3 juga sudah terbuka / keluar dari hutan, kalo cuaca lagi cerah panasnya emang lumayan juga hahaha.

Tatan salah satu dari team lagi semangat-semangatnya hahaha
Tips aja kalo kalian ngadepin cuaca yang terik selama pendakian buat yang engga mau kulitnya hitam kalian bisa memakai pakaian yang menutupi bagian-bagian kulit atau bisa menggunakan lotion agar terjaga dari sinar matahari.

Perjalanan menuju POS 3 (Watu Tulis)
View yang bisa kalian nikmati sepanjang jalur menuju Pos 3 itu lembah pegunungan dan banyak juga di tumbuhi bunga-bunga edelweiss, view yang semakin keren dan tak lupa juga track yang semakin menanjak hehehe, "Semakin sulit & semakin Kereeeen" .
Buat kalian yang ingin beristirahat sementara selama perjalanan ke pos 3 kalian bisa mencari beberapa pohon untuk berteduh, kalo kalian mutusin buat istirahat di tengah-tengah track pendakian berasa banget panasnya kalo cuaca lagi terik hehehe.

POS 3 (Watu Tulis)
Sekiranya Pukul 11.20 team pun sampai di POS 3 (Watu Tulis) estimasi waktu tempuh yang team dapet kali ini 60menit untuk menuju pos 3, di pos 3 ini terdapat lapak yang luas yang bisa menampung banyak tenda, di pos 3 juga sudah terlihat view indah Gunung Merapi yang berdiri kokoh. POS 3 (Watu Tulis) juga tidak terdapat sumber mata air... 
sepanjang pendakian Gunung Merbabu kita tidak akan menjumpai sumber mata air, jadi alangkah baiknya menghemat air dan membawa persediaan yang cukup banyak.

View Gunung Merapi
Di Pos 3 team memutuskan untuk beristirahat & memasak mie instan sekedar mengisi perut yang kosong, karna masak mie instan tidak terlalu lama dan team bisa menghemat waktu untuk meneruskan perjalanan.

POS 3 - SABANA 1
Setelah beristirahat sekiranya 30 menit di pos 3, team melanjutkan perjalanan pukul 11.50 dari pos 3 menuju Sabana 1, Track yang dilewati untuk mencapai sabana 1 cukup menanjak dan terjal, jadi kalian perlu sekedar mengisi perut di pos 3 bila sudah terasa lapar biar tenaga tetep JOSSS.!!!

di tengah-tengah perjalanan menuju sabana 1
Beberapa team dari Kiri : Erwin, pendaki lain, Tatan
Type track yang di lewati untuk mencapai sabana 1 berupa tanah dan berdebu, ada baiknya kalian memakai masker / buff untuk menghalangi debu masuk dan mengganggu pernafasan kalian, gue pikir track dari pos 3 menuju sabana 1 emang lumayan terjal... 
apa lagi cuaca panas itu bakalan nguras tenaga lebih buat lewatinnya.
View menuju sabana 1 emang bener-bener udah keliatan jelas perbukitan di sepanjang jalur pendakian gunung merbabu & lagi-lagi merapi terlihat mempesona berbalutkan kabut-kabut tipis yang mengelilinginya hahaha. 

Sabana 1 Via Selo
Pukul 12.55 team pun sampai di Sabana 1 jadi estimasi waktu tempuh team kali ini 65menit dari pos 3 menuju sabana 1. Di sabana 1 terdapat lapak luas dan banyak pendaki yang mendirikan tenda di sabana 1, di sabana 1 ini view nya bener-bener indah jadi engga heran banyak pendaki ngecamp disini. View yang bisa kita nikmati yaitu padang Savanna yang membentang luas yang jadi ciri khas Gunung Merbabu dan Gunung Merapi juga masih bisa terlihat dari sabana 1.

SABANA 1 - SABANA 2


Foto Kiri - Kanan : Tatan, Galih, Erwin, Gue Danu

Foto Kiri - Kanan : Tatan, Galih, Erwin, Amri
Team mutusin buat foto-foto sebentar di sabana 1 sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sabana 2, sekiranya waktu udah nunjukin pukul 13.20 team langsung tancap.!!! 
gue sama team sepakat mau buat camp di sabana 2 karna untuk summit ke puncak lebih deket ketimbang dari sabana 1, tapi masalah view masih menang sabana 1 laaah yaaa hahaha. 
Udara di sabana 1 ini juga udah lumayan terbilang cukup dingin apa lagi pas gue sama team ngelakuin pendakian cuaca di Gunung Merbabu lagi sering badai angin, gue sendiri engga kuat sama dinginnya ditambah angin kenceng juga & akhirnya dari pos 3 gue pake jacket polar standar biar engga terlalu dingin aja hehehe.

Tatan sedang bergembira di Sabana 1
Sepanjang perjalanan kita pun saling menyapa sesama pendaki entah untuk sekedar tanya berasal dari mana atau pun lainnya, karna Gunung Merbabu ini di jawa tengah... 
gue pake sebutan "Mas" buat nyapa sesama pendaki hahaha, yekali lu panggil baang... 
ini jawa tengah tooong bukan jakarteee.!!! 

SABANA 2 Gunung Merbabu via Selo
Sekiranya pukul 14.10 team sampai di Sabana 2 tempat Camp akhir sebelum melanjutkan Summit esok hari ke Puncak, estimasi waktu yang dibutuhin team kali ini untuk sampai ke sabana 2 dari sabana 1 50menit. Seperti yang gue bilang tadi cuaca di gunung merbabu lagi sering badai angin & kabut sering turun, sesampainya team di sabana 2 kabut udah turun beserta angin kencang. Tips nya buat sedikit menghindar dari badai angin kalian bisa ngediriin tenda di deket pohon biar engga terlalu kena hembusan angin, soalnya di camp area sabana 2 ini bisa di bilang kayak lembah luas gitu jadi engga heran kalo emang anginnya kenceng.

Adminnya lagi meditasi hehehe
Di Sabana 2 lapak nya lumayan luas & biasanya pendaki jadiin sabana 2 buat camp terakhirnya, tapi denger-denger dari pendaki yang kita temuin diperjalanan agak ke depan lagi dari sabana 2 suka banyak juga yang buat camp karna lebih banyak pepohonan ketimbang di sabana 2 yang pepohonannya sedikit... eeeiitss tapi ada yang bilang di deket puncak trianggulasi puncak sebelum kenteng songo juga ada pendaki yang suka diriin tenda lohhh..., tapi cuma muat beberapa tenda aja. Total estimasi pendakian gue sama team kali ini memakan waktu 6jam setengah buat sampai di sabana 2.

Dari Sabana 2 untuk summit ke puncak kenteng songo / puncak tertinggi dari gunung merbabu kisaran 50-60 menit. Pendakian gunung merbabu via Selo ini kita bakalan ngedapetin 2 puncak, yaitu puncak Trianggulasi 3141 mdpl & yang tertinggi Puncak Kenteng Songo 3142 mdpl, selisihnya sedikit diantara kedua puncak itu sih... jadi engga ada salahnya kalian cobain kedua puncaknya hehehe.

06 November 2016
SABANA 2 - Puncak Gunung Merbabu
Sekiranya pukul 03.00 kami semua yang berada di dalam tenda pun terbangun karna Badai Angin saat itu di sabana 2, 2 Frame tenda pun patah akibat badai angin itu sendiri, dari situ gue sama team langsung keluar dari tenda buat ngebenerin semua kerusakan dari mulai frame patah, tali flysheet putus & pasak tenda beberapa ada yang terlepas.

Karna cuaca yang kurang mendukung untuk Summit ke puncak, gue sama team nunggu beberapa jam biar cuaca kembali normal, sekiranya pukul 05.00 3orang dari team kami termasuk Gue, Amri, Tatan, langsung persiapan buat summit, berhubung 2 orang dari team kita yaitu Galih & Erwin agak capek akhirnya mereka mutusin buat engga ikut summit.

Selama perjalanan Summit cuaca pun berubah-ubah dari mulai cuaca yang dingin, angin kencang & kabut yang secara tiba-tiba datang. Walaupun cuaca yang kurang mendukung buat summit tetapi banyak juga dari pendaki lain yang tetep lanjutin buat summit, sesekali team pun berhenti di sekitar pohon besar buat sedikit istirahat & berlindung dari terpaan angin kencang juga.
Cuaca dingin + angin kenceng emang gak bisa bohong meen... bikin badan ngilu semua.

Karna team kebanyakan berhenti akibat cuaca yang kurang mendukung akhirnya kita baru sampai di titik pertigaan menuju Puncak Trianggulasi & Puncak Kenteng Songo pukul 06.00, jadi team kali ini butuhin waktu dari sabana 2 sampai di titik per tigaan menuju puncak 60menit, dari pertigaan ini buat kepuncak keduanya kira-kira 10-15menit, kalo ke kiri kita ke puncak trianggulasi dan ke kanan ke puncak kenteng songo.

Jalur sebelum sampai di pertigaan menuju puncak
Ke arah Kiri Puncak Trianggulasi
Setelah berhenti beberapa menit di pertigaan yang mengarahkan kami menuju puncak, team pun mutusin buat kepuncak Kenteng Songo dulu baru ke Puncak Trianggulasi.

di sebrang terlihat Jalur Wekas / sebagainya
ohhiya dari pertigaan ini juga keliatan barisan tenda-tenda pendaki di sebrangnya... mungkin itu jalur dari arah Wekas atau sebagainya... gue pun kurang paham jalur-jalurnya hahaha.

Puncak Kenteng Songo 3142 mdpl, Kiri - Kanan : Amri, Tatan, Gue(danu)

Narsis dikit boleh laah yaaa, hahaha
Sudah cukup lama team narsis di puncak kenteng songo lalu kita ber 3 langsung tancaaap ke Puncak Trianggulasi.!!! dari puncak kenteng songo ke puncak trianggulasi engga lama kok... kisaran 10 menitan.

Amri di puncak trianggulasi
Gue(danu), abang sendirian aja nih neng... temenin dong.??
Cuaca di puncak waktu itu agak labil, view di sekeliling kadang keliatan jelas kadang ketutup kabut, itu lah yang buat gue lama dipuncak hahaha, karna lagi nunggu moment kabut ilang meeen.
Selain suka pergi-pergi menjelajahi alam gue pribadi juga suka motret dengan tema landscape gitu, jadi engga heran kalo gue lebih lama berhenti di spot yang menarik... 
sekedar ngabadiin moment engga ada salahnya kan, lumayan juga buat di ceritain kalo udah tua nanti hahaha.

View Sabana 1 , Sabana 2 & Merapi

View Sindoro - Sumbing dari Puncak Trianggulasi (kalo gk salah) hahaha

Puncak Trianggulasi, Merapi terlihat jelas
Dari Puncak Kenteng Songo & Puncak Trianggulasi kita bisa ngeliat banyak view, contohnya view sabana 1, sabana 2 dari ketinggian & Gunung Merapi yang berdiri kokoh... eitsss masih ada lagi view yang bisa kita liat dari kedua puncak ini lohh... kita juga bisa ngeliat perbukitan yang jadi jalur pendakian di sekitar gunung merbabu, kalau kabut lagi menghilang kita juga bisa ngeliat Gunung Sindoro & Sumbing yang berdekatan, cieee berdekatan... terus kita kapan neng.?? hahaha.

Setelah puas nikmatin ciptaan tuhan yang bener-bener engga ada abisnya dikasih buat di nikmatin sama manusia kita ber 3 pun turun ke camp area yang ada di sabana 2, 
selama perjalanan turun view yang kita bakalan liat tuh emang bener engga abis-abis.
Bersyukurlah kita sama Allah telah menciptakan bumi dan isinya yang begitu sempurna, sekali lagi terimakasih yaAllah atas semua nikmatmu.

Perjalanan turun (Tatan, Amri)

Track menurun untuk menuju sabana 2

View Sabana 1 & Sabana 2 dari ketinggian
Menurut gue Gunung Merbabu recomend banget sih buat kalian yang suka mendaki gunung atau sekedar nikmatin alam sekitarnya, karna view yang di suguhin disini emang bener keren. Tetapi tetep buat kalian yang berkegiatan alam di manapun untuk tidak buang sampah sembarang & bawa kembali sampah kalian setelah berkegiatan alam.

Amri bersama merapi

View dari Puncak Gunung Merbabu

Camp Area Sabana 1 & Sabana 2

Jadilah seperti Merapi neng, yang tidak pernah ingkar janji... hahaha
Untuk turun ke Camp Area sabana 2, kurang lebih memakan waktu 30-40 menit, tetapi hati-hati buat turunnya karna agak sedikit curam, selama perjalanan turun gue ngeliat ada pendaki yang menurut gue agak kurang enak aja... entah emang gayanya begitu apa emang mau songong nuruninnya pake cara lari... ternyata ehh ternyata meen.. dia terjatuh dan terguling-guling, untungnya pendaki itu sempat tertahan sedikit pepohonan... mungkin kalo engga ada pepohonan lu kelar tooong.!!! biar ape sih toong turun aja pake lari segala.???

View Gunung Merapi
Setelah 3 orang dari team termasuk gue sampe di Camp Area Sabana 2 kita pun engga langsung turun ke basecamp, tetapi lebih milih buat ngecamp lagi di sabana 1 hahaha, karna team kita masih punya waktu sehari lagi sebelum pulang & team juga masih kurang puas kalo nikmatin alam di Gunung Merbabu cuma 1 malem hehehe.

Amri, View Sabana 1

Gue(danu), perjalanan menuju camp area Sabana 1

Siang pun berganti menjadi Sore, setelah tenda yang team buat di sabana 1 selesai kita semua melihat ke arah kiri dan yang terlihat disitu senja yang indah ingin tenggelam, engga lupa kita semua pun berburu sunset di sekitaran camp area sabana 1. Menurut gue pribadi emang ini gunung recomend banget, bisa nikmatin keindahan sunrise & sunsetnya.

Tatan si pejuang kertas salam-salam
Amri dengan posenya
Tetap bersyukur atas segala ciptaanya

07 November 2016
SABANA 1 - BASECAMP

Sunrise di Sabana 1
Pagi itu sekiranya pukul 05.00 Sunrise dari sabana 1 pun udah keliatan jelas, cuaca disini alhamdulilah engga ada hujan sama sekali, cuma udara dingin yang engga biasa dan angin kencang masih tetep sama di sabana 1, team pun mutusin buat turun ke basecamp pukul 08.00, estimasi waktu yang di tempuh buat turun dari sabana 1 kisaran 3-4 jam bisa lebih cepat tergantung perorangannya.

JAGALAH KEBERSIHAN.!!!
Foto-foto udah sarapan udah, apa lagi yang belum.??? ohh iya kita belum ngopi hahaha. percayalah minum kopi di ketinggian itu lebih nikmat meen... sebelum turun pun team nyempetin buat ngebersihin sampah di sekeliling tenda yang kita buat, ini sih bukan sampah yang kita buang tetapi mungkin pendaki lain yang belum sadar tentang menjaga keindahan alam. Sekarang apa salahnya kalian setelah berkegiatan alam sampahnya tuh dibawa lagi.? apa karna berat.? kalo karna berat... simplenya kalian gausah berkegiatan alam kalo cuma mau nikmatin dan engga mau ngejaga alam.

Sabana 1 pagi hari

Sekiranya waktu udah nunjukin pukul 07.50 team pun selesai re-packing dan segera turun dari sabana 1 menuju basecamp.
Setelah cukup lama kita menuruni track yang lumayan agak terjal sampailah team di plang Taman Nasional Gunung Merbabu pukul 11.20 estimasi waktu untuk turun dari sabana 1 menuju Plang Taman Nasional Gunung Merbabu yaitu 3jam 10menit.
Dari sini team langsung menghubungi kembali Pak Nardi untuk dijemput kembali menuju kerumahnya dan mengantarkan kami semua ke Stasiun Purwosari yang letaknya di Kota Solo.

Setelah sampai di rumah pak nardi yang letaknya di dekat jalur pendakian gunung merbabu kita pun di suguhi makan siang & minuman hangat, disini kita bisa beristirahat / mandi. Tidak lupa kami pun meminta tolong kepada pak nardi untuk mengantarkan team untuk menuju Stasiun Purwosari di Solo, kali ini pak nardi memberikan harga jasa mengantarkan kami semua ke St.Purwosari dengan harga 250.000/mobil, bisa muat 5-6 orang 1 mobilnya & sudah termasuk biaya makan secara gratis dirumahnya, lumayan murah kan.?? cuma bayar 250rb bisa dianterin ke stasiun yang menurut gue sendiri jaraknya jauh dari boyolali menuju kota solo apa lagi sudah termasuk makan siang juga, jadi tinggal patungan aja deh sama team kalian buat bayar jasanya. Estimasi dari rumah pak nardi yang letaknya di kaki gunung merbabu menuju St.Purwosari di solo kurang lebihnya 1,5-2jam perjalanan kalo lancar, waktu itu buat perkiraan kalian biar engga ketinggalan kereta untuk pulang.

Sekiranya cuma ini yang bisa saya jabarin soal Estimasi waktu, biaya & track pendakian Gunung Merbabu, untuk rincian biaya gue bakalan jabarin dibawah secara rinci.
Thanks udah nyimak artikel gue kali ini soal "Pendakian Gunung Merbabu via Selo" & engga lupa juga Terimakasih kepada Allah telah memberikan kita keselamatan pada kami sampai pendakian selesai.

RINCIAN BIAYA :
-Bis menuju Boyolali 150.000/org
-Carter mobil dari boyolali - rumah pak nardi 175.000/5orang
-Logistik Pendakian 35.000/org
-Simaksi Pendakian 15.000/org
-Carter mobil dari rumah pak nardi - Stasiun Purwosari Solo 250.000/5org
-Tiket Kereta api dari St.Purwosari - St.Pasar Senen 80.000/org

Total Pendakian Gunung Merbabu per orang : 365.000 
(belum termasuk pengeluaran pribadi selama perjalanan)

7 October 2016

Tips Memotret Milky Way / Bintang Malam Hari

Tips - Tips Mendapatkan Foto Milky Way / Bintang Malam Hari

Artikel kali ini saya bakalan berbagi tips-tips mendapatkan foto Milky Way / Bintang di langit pada malam hari untuk pemula & memberi tau beberapa syarat wajib yang harus kalian penuhi untuk bisa mendapatkan foto milky way / bintang.

Berikut ada beberapa persyaratan agar kalian bisa mendapatkan foto langit yang berlatar belakang bintang-bintang untuk pemula.
  1. Kamera yang digunakan harus mempunyai beberapa fitur pengaturan seperti : Mode Manual & mendukung Teknik Long Exposure, yang bisa merubah setingan shutter speed , iso & aperture
  2. Langit malam yang cerah, tidak berpolusi / berkabut, spot yang kebanyakan di ambil untuk memotret bintang / milky way biasanya di atas gunung, dataran tinggi, pulau yang jauh dari perkotaan.
  3. Cek posisi Milky Way / Bintang, banyak software untuk mengecek posisi milky way itu sendiri,bisa menggunakan aplikasi Stellarium / Sky Guide yang bisa kalian dapatkan di app store, kalo saya sendiri tidak menggunakan aplikasi itu & lebih memilih untuk melihat dengan mata terbuka posisi milky way itu sendiri.
  4. Menggunakan Tripod agar tidak terjadi gerakan pada kamera saat sedang mengambil foto Bintang / Milky Way yang menyebabkan gambar menjadi blur.
  5. Lensa Kamera mendukung pengaturan mencari titik fokus terjauh pada objek.
  6. Hindari memotret saat bulan / awan sedang muncul.
  7. Bila kalian ingin memotret di daerah pegunungan bisa menambahkan accessories seperti tenda / objek orang di dalam foto itu.
  8. Format kualitas gambar yang di sarankan L + Raw pada pengaturan Canon, agar saat masuk sesi pengeditan gambar mempunyai kualitas tinggi, kalo saya sendiri kadang suka menggunakan kualitas gambar L terbesar & sesekali menggunakan L+Raw.
  9. Ada baiknya mempunyai battery cadangan saat pemotretan berlangsung, karna memotret bintang / milky way saya rasa cukup menguras battery jika dilakukan berulang-ulang.
Setelah mengetahui apa saja persyaratan yang perlu kalian perhatikan saat memotret milky way / bintang, kali ini saya bakalan memperkenalkan pengaturan dalam bentuk gambar yang bisa kalian sesuaikan/seting pada saat memotret milky way / bintang.
Pengaturan yang bisa kalian rubah & sesuaikan dalam memotret milky way / bintang adalah sebagai berikut :

Setingan Mode Kamera
Gambar di atas menunjukan setingan Mode Kamera, untuk memotret milky way / bintang malam hari ada baiknya menggunakan mode "M" / Manual, karna di dalam mode ini terdapat banyak setingan yang bisa di ubah untuk menyesuaikan hasil foto yang di dapat.

Setingan Standar untuk bisa memotret Milky Way / Bintang
Gambar keseluruhan setingan di atas menunjukan setingan standar untuk bisa mengambil objek milky way / bintang di langit malam hari, untuk setingan itu sendiri kalian bisa mengubahnya sesuai keadaan spot dan cuacanya.

Setingan Shutter Speed
Gambar di atas menunjukan setingan Shutter Speed yang harus kalian ubah menjadi "30" , shutter speed itu sendiri merupakan waktu dari lamanya sensor kamera dalam mendapatkan cahaya, semakin lama sensor itu menangkap, semakin banyak cahaya yang masuk.

Setingan Aperture
Gambar di atas menunjukan setingan Aperture dan bisa kalian ubah sesuai keadaan di lokasi, Aperture berfungsi sebagai banyak atau sedikitnya cahaya yang masuk kedalam sensor kamera, semakin kecil angka aperture maka akan semakin lebar aperture yang dibuka & cahaya akan lebih banyak masuk, sebaliknya kalo semakin besar angkanya, cahaya yang masuk akan semakin sedikit dan gambar berpotensi memiliki ketajaman yang besar.

Setingan ISO
Gambar di atas menunjukan setingan ISO, Iso merupakan tingkat kepekaan cahaya pada sensor kamera dalam menangkap banyaknya cahaya, semakin tinggi isonya maka akan semakin tinggi kepekaan sensor kamera terhadap cahaya. Biasanya untuk memotret milky way / bintang iso yang di gunakan cukup besar. Semakin besar iso yang di gunakan, hasil foto akan lebih mendapatkan banyak noise (titik buram hitam pada foto) & noise itu sendiri bisa kita hilangkan dengan menggunakan software editor seperti : Photoshop / Adobe Lightroom.

Setingan Lensa MF / Manual Fokus
Gambar di atas menunjukan setingan Lensa menggunakan MF / Manual Fokus, agar kita bisa menentukan titik fokus terjauh suatu objek, saran saya agar memakai objek orang untuk mencari titik fokus, lalu kita fokuskan pada objek di belakang orang itu / objek milky way nya, sehingga orang yang menjadi objek semula tadi terlihat blur dan objek langit dibelakang orang itu terlihat fokus, bagian ini kalian bisa pilih mau menggambil fokus pada orangnya atau pada langitnya.

Setingan Picture Style
Gambar di atas menujukan setingan Picture Style, kalian bisa mengubah setingan itu menjadi Landscape, karena kali ini kita akan memotret langit yang bersudut pandang lebar / luas & agar warna yang di dapat cukup maximal ketika menggunakan landscape, setingan ini bisa juga kalian ubah sesuai kecocokan pada lokasi itu sendiri.

Setingan Kualitas Gambar
Gambar di atas menunjukan setingan Kualitas Gambar, yang di sarankan saat memotret milky way / bintang kalian menggunakan L + Raw agar hasil yang di dapat maksimal, tentu setingan ini juga membutuhkan banyak memory karna hasil foto yang di peroleh cukup besar. Saya sendiri terkadang menggunakan L+Raw & suka menggunakan L terbesar, karna saya suka memotret di atas pegunungan yang jauh dari rumah, jadi kapasitas memory yang saya bawa harus di perhitungkan.

Oke, sekiranya saya cukup memberitau setingan dasar untuk pemula memotret milky way / bintang malam hari, setingan itu sendiri jangan di jadikan acuan setiap kali kalian memotret milky way / bintang, kalian bisa merubahnya sesuai keinginan / keadaan cuaca di tempat. Di bawah ini saya akan mencantumkan hasil potretan malam hari yang saya dapat dengan menggunakan Canon 550D Lensa Std 18-55, saya sendiri masih pemula & belum mahir untuk mendapatkan hasil yang luar biasa dalam memotret milky way / bintang malam hari, tetapi setidaknya saya sudah memberitahu pengalaman pribadi saya dalam memotret kali ini & adanya artikel ini untuk share / memberi masukan dari teknik-teknik yang saya paparkan kali ini, apakah masih ada yang kurang atau salah dalam penggunaan setingannya.

Puncak Gn Cikuray - Canon 550D 18-55 , 30" , F/4 , ISO 3200
Puncak Gn Cikuray - Canon 550D 18-55 , 30" , F/4 , ISO 3200
Segara Anak Rinjani - Canon 550D 18-55 , 30" , F/5.6 , ISO 6400
Kawah Baru Jari, Rinjani - Canon 550D 18-55 , 30" , F/5.6 , ISO 6400
Puncak Gn Cikuray - Canon 550D 18-55 , 30" , F/4 , ISO 6400
Camp Area Gn Prau - Canon 550D 18-55 , 30" , F/4 , ISO 3200
Segara Anak, Rinjani - Canon 550D , 30" , F/5.6 , ISO 6400
POS 2 Rinjani - Canon 550D 18-55 , 30" , F/8 , ISO 6400
POS 2 Sembalun, Rinjani - Canon 550D 18-55 , 30", F/5.6 , ISO 6400
Danau Segara Anak, Rinjani - Canon 550D 18-55 , 30" , F/4.5 , ISO 6400
Puncak Gn Cikuray - Canon 550D 18-55 , 30" , F/4 , ISO 6400
Segara Anak, Rinjani - Canon 550D 18-55 , 30" , F/6.3 , ISO 6400
Sekiranya itu semua hasil potretan amatir saya selama pelajarin teknik memotret milky way / bintang malam hari. 
Kebanyakan orang yang belum tau teknik ini beranggapan kalo motret beginian engga di perluin banyak cara & banyak juga yang engga tau gimana proses pengambilannya langsung judge hasil karna kita "Editan nih / ah ini mah di edit" / apalah perkataannya. Pada dasarnya memotret milky way / bintang di langit perlu juga ngelewatin tahap editing biar hasil lebih maximal & kalian bisa pake software Photoshop / Adobe Lightroom. Buat apa takut di bilang orang kalo hasil karya kita lewatin proses editing, karna yang kita pake teknik Photography, sooo.? jadi buat orang-orang yang engga tau dan asal judge hasil foto editan-editan aja tanpa liat prosesnya, tinggal jawab aja... yang saya pake teknik Photography bukan Dokumenter.

Terimakasih agan-agan udah nyimak artikel saya kali ini, kalian juga bisa kasih masukan / share pengetahuan kalian soal memotret Milky Way / Bintang di kolom komentar.