Showing posts with label Mountain. Show all posts
Showing posts with label Mountain. Show all posts

26 November 2016

Pendakian Gunung Merbabu via Selo Boyolali

Gunung Merbabu Via Selo Boyolali
(Estimasi Waktu,Biaya & Track Pendakian)



Sedikit cerita tentang Gunung Merbabu, Gunung Merbabu berasal dari kata "meru" yang berarti gunung dan "babu" yang berarti wanita, gunung merbabu menjadi salah satu gunung terpopuler untuk di daki karna memiliki view sabana yang indah, gunung merbabu terletak di Jawa Tengah dengan puncak tertingginya "Kenteng Songo" 3142 Mdpl. 
Gunung Merbabu pun letaknya berdekatan dengan gunung merapi di sebelah selatannya, untuk mendaki gunung merbabu kita bisa melewati 4 jalur pendakian diantaranya : 
  • Jalur Selo (Boyolali)
  • Jalur Wekas (Magelang)
  • Jalur Cunthel (Magelang)
  • Jalur Thekelan (Magelang)
  • Jalur Suwanting (Magelang)
Kalian bisa memilih untuk start pendakian dari 4 jalur resmi di gunung merbabu, kali ini gue sendiri bakalan jabarin estimasi biaya pendakian, waktu & medan track yang di lewatin. Postingan kali ini jalur yang gue lewatin bersama team di pendakian gunung merbabu via Selo (boyolali).

4 November 2016
Kali ini team untuk pendakian gunung merbabu berjumlah 5 orang dari tangerang yang bernama (Danu, Amri, Tatan, Galih, Erwin), untuk menuju boyolali ada 2 pilihan, bisa menggunakan Kereta api maupun Bis, karna gue dan team kehabisan tiket kerta api yang seharga 75.000/org akhirnya kita semua mutusin buat naik bis untuk mencapai boyolali dengan harga 150.000/org, sebenernya lebih murah kereta api cuma disini kita kehabisan, ada baiknya untuk kalian mau menuju boyolali menggunakan kereta api bisa booking 2/1 minggu sebelum hari keberangkatan, kalo kalian menggunakan kereta api menuju basecam boyolali tujuan kalian harus ke stasiun purwosari di solo dulu setelah itu bisa lanjutin bis untuk menuju desa Selo (boyolali) / carter mobil untuk mengantarkan ke basecamp, karna kereta api tidak ada langsung jurusan boyolali jadi kalian harus transit di stasiun solo.

Balik lagi ke cerita perjalanan gue dan team, disini kita ke boyolali menggunakan bis yang start dari terminal gorogol tujuan boyolali, untuk mencapai basecamp di desa selo (boyolali) kalian bisa turun di terminal boyolali lalu meneruskan lagi dengan angkutan kecil menuju desa selo, tetapi gue dan team enggak turun di terminal boyolali karna disana banyak calo rese & disini kita mutusin buat berhenti di pom bensin sebelum terminal boyolali.

Perjalanan menggunakan bis sekiranya menempuh waktu kisaran 10 jam, bis kita pun berangkat dari jam 13.00 siang & sampai di pom bensin sebelum terminal boyolali pukul 23.00 malam, cukup cepat sih menurut gue hahaha... karna lagi engga ada hari besar jadi engga ada kemacetan selama perjalanan, setelah sampai di pom bensin sebelum terminal boyolali team kita mutusin buat engga ngeteng karna jam 23.00 udah engga ada angkutan lagi menuju desa selo, lalu kita semua mutusin buat carter mobil langsung menuju desa selo, ohiya kali ini yang kita sewa itu mobil dari salah satu basecamp di desa selo, menurut gue orang ini sih enak, selain kita bisa carter mobilnya sampe basecamp kita juga dikasih tempat penginapan dirumahnya secara gratis, rumahnya itu letaknya engga jauh dari plang pendakian gunung merbabu, disini kita ber 5 membayar carteran mobil sebesar 175.000/5org untuk mobil carry... harga yang cukup murah menurut gue sendiri, karna selain menginap gratis dirumahnya kita disediain mck yang bersih, listrik & minuman hangat seperti teh, kopi yang bisa kita seduh secara freeeee... gimana gak baik ini orang.? 
langsung aja gue kenalin orangnya... eitss ini bukan promo tapi beneran orangnya enak, namanya Pak Nardi kalian juga bisa contact dia kalau ingin melakukan pendakian ke gunung merbabu [081393121405 / 085728508235] 
diusahain kalian engga sms dia mungkin pak nardi agak susah ngeliat smsnya. 

Jangan takut bertanya sama pak nardi... orangnya baik kok buktinya dia rela2in engga tidur buat jemput gue sama team jam 11 malem, kalo kalian menggunakan jasanya kalian juga bisa diantarkan dari rumahnya yg letaknya di kaki gunung merbabu menuju plang pendakian gunung merbabu secara gratis juga, biasanya kalo dari bawah sampe ke plang pendakian disitu engga ada angkutan jadi para pendaki biasanya sewa mobil losbak / menggunakan ojek & percayalah itu bakalan ngeluarin budget yang extra hahaha... sebenernya juga bisa jalan tetapi mungkin tenaga kalian bakalan abis duluan sebelum mendaki hahaha, lumayan jauh meen ke plang pendakian gunung merbabunya.

5 November 2016
Pagi itu sekiranya pukul 05.00 gue dan team langsung bangun buat langsung kepasar yang letaknya engga jauh dari rumah pak nardi, setelah selesai belanja logistik team langsung 
re-packing buat memulai pendakian agak pagi biar bisa lebih santai-santai di jalur pendakiannya.
Rumah Pak Nardi yang ada mobil Carry Merah
Tepat pukul 08.00 team kami sampai di pos pendaftaran simaksi dan membayar simaksi 15.000/org (sudah termasuk tiket masuk & segala asuransi pendakian Taman Nasional Gunung Merbabu) 

Beberapa lembar simaksi pendakian
Setelah pengurusan simaksi selesai team pun segera mempersiapkan segalanya untuk pendakian termasuk air, karna di jalur selo ini tidak terdapat sumber mata air... jadi tempat pengisian air terakhir cuma terdapat di pos pendaftaran simaksi.

Plang Taman Nasional Gunung Merbabu sedang di renovasi
PLANG TNGM - POS 1 (Dok Malang)
Pendakian bersama team pun dimulai dari plang taman nasional gunung merbabu menuju pos 1, ohhiya untuk mencapai camp area bisa membutuhkan waktu 7-8 jam pendakian itu tergantung fisik masing-masing & bisa lebih cepat juga, di awal jalur kita memasuki hutan yang masih agak tertutup... jadi agak adem karna matahari sedikit tertutup pepohonan rindang, karakter jalur dari plang tngm menuju pos 1 itu tanah-tanah liat menanjak, saat itu cuaca cerah jadi tracknya engga basah, mungkin kalo track tanah ini agak basah lumayan licin juga di lewatinnya.

Track awal Pendakian

alay corat coret plang peringatan!!!
Waktu menunjukan pukul 08.50 di pos 1, estimasi yang gue dapet bersama team untuk menuju Pos 1 50menit, waktu yang lumayan cepet buat gue sama team sampe di pos 1 & kita mutusin buat istirahat sebentar di pos 1 engga lupa juga kita abadiin setiap moment perjalanan ini hehehe.

POS 1 (DOK MALANG)

Santai dulu aja sobb..

Di pos 1 ini cuacanya cukup adem buat beristirahat sejenak karna masih di dalam hutan, di pos 1 juga tersedia sebidang lapak untuk mendirikan tenda tapi view belum kelihatan karna masih tertutup pepohonan, yaaa tapi sayang juga kalo ngediriin tenda di pos 1, karna masih jauh perjalanannya hehehe.

POS 1 - POS 2 (Pandean)
Sekiranya 10 menit waktu yang cukup untuk beristirahat di pos 1 gue sama team langsung lanjutin perjalanan ke pos 2, karna kita takut kesiangan cuaca jadi terasa panas hehehe, waktu menunjukan pukul 09.00 start dari pos 1, jalur menuju pos 2 masih lumayan tertutup... jadi masih agak adem juga hehehe. Saran aja sih dalam perjalanan mendaki biar engga terlalu capek & jenuh kalian bisa foto-foto selama pendakian berlangsung / kalian bisa konsumsi madu, gula merah, coklat untuk menambah stamina. 
Track menuju pos 2 masih berupa tanah dan sedikit-sedikit jalur pun agak terbuka & semakin menanjak untuk sampai di pos 2.

Seperjalanan sampai di pos 2 gue sama team engga abadiin moment karna disini kita udah lumayan kepanasan & track sebelum sampe di pos 2 juga lumayan nanjak jadi kerasa magernya foto-foto hahaha. tempat pukul 10.05 team pun sampai di POS 2 (Pandean) jadi waktu tempuh yang team dapetin untuk bisa sampe ke pos 2 65menit, sebenernya bisa lebih cepet... itu tergantung fisik masing-masing, berhubung team yang berjumlah 5 orang ini perokok jadi agak engap juga kalo jalan terus hahaha. POS 2 (Pandean) sudah lumayan terbuka & matahari pun agak terik jadi yaaaa lumayan lah yaa panasnya, di pos 2 team engga lama-lama buat istirahat dan langsung nerusin perjalanan ke POS 3 (Watu Tulis).

POS 2 - POS 3 (Watu Tulis)
Dari Pos 2 team start pukul 10.20 untuk melanjutkan perjalanan menuju Pos 3, Track menuju pos 3 masih di dominasi tanah-tanah semakin menanjak, sepanjang perjalanan untuk ke pos 3 juga sudah terbuka / keluar dari hutan, kalo cuaca lagi cerah panasnya emang lumayan juga hahaha.

Tatan salah satu dari team lagi semangat-semangatnya hahaha
Tips aja kalo kalian ngadepin cuaca yang terik selama pendakian buat yang engga mau kulitnya hitam kalian bisa memakai pakaian yang menutupi bagian-bagian kulit atau bisa menggunakan lotion agar terjaga dari sinar matahari.

Perjalanan menuju POS 3 (Watu Tulis)
View yang bisa kalian nikmati sepanjang jalur menuju Pos 3 itu lembah pegunungan dan banyak juga di tumbuhi bunga-bunga edelweiss, view yang semakin keren dan tak lupa juga track yang semakin menanjak hehehe, "Semakin sulit & semakin Kereeeen" .
Buat kalian yang ingin beristirahat sementara selama perjalanan ke pos 3 kalian bisa mencari beberapa pohon untuk berteduh, kalo kalian mutusin buat istirahat di tengah-tengah track pendakian berasa banget panasnya kalo cuaca lagi terik hehehe.

POS 3 (Watu Tulis)
Sekiranya Pukul 11.20 team pun sampai di POS 3 (Watu Tulis) estimasi waktu tempuh yang team dapet kali ini 60menit untuk menuju pos 3, di pos 3 ini terdapat lapak yang luas yang bisa menampung banyak tenda, di pos 3 juga sudah terlihat view indah Gunung Merapi yang berdiri kokoh. POS 3 (Watu Tulis) juga tidak terdapat sumber mata air... 
sepanjang pendakian Gunung Merbabu kita tidak akan menjumpai sumber mata air, jadi alangkah baiknya menghemat air dan membawa persediaan yang cukup banyak.

View Gunung Merapi
Di Pos 3 team memutuskan untuk beristirahat & memasak mie instan sekedar mengisi perut yang kosong, karna masak mie instan tidak terlalu lama dan team bisa menghemat waktu untuk meneruskan perjalanan.

POS 3 - SABANA 1
Setelah beristirahat sekiranya 30 menit di pos 3, team melanjutkan perjalanan pukul 11.50 dari pos 3 menuju Sabana 1, Track yang dilewati untuk mencapai sabana 1 cukup menanjak dan terjal, jadi kalian perlu sekedar mengisi perut di pos 3 bila sudah terasa lapar biar tenaga tetep JOSSS.!!!

di tengah-tengah perjalanan menuju sabana 1
Beberapa team dari Kiri : Erwin, pendaki lain, Tatan
Type track yang di lewati untuk mencapai sabana 1 berupa tanah dan berdebu, ada baiknya kalian memakai masker / buff untuk menghalangi debu masuk dan mengganggu pernafasan kalian, gue pikir track dari pos 3 menuju sabana 1 emang lumayan terjal... 
apa lagi cuaca panas itu bakalan nguras tenaga lebih buat lewatinnya.
View menuju sabana 1 emang bener-bener udah keliatan jelas perbukitan di sepanjang jalur pendakian gunung merbabu & lagi-lagi merapi terlihat mempesona berbalutkan kabut-kabut tipis yang mengelilinginya hahaha. 

Sabana 1 Via Selo
Pukul 12.55 team pun sampai di Sabana 1 jadi estimasi waktu tempuh team kali ini 65menit dari pos 3 menuju sabana 1. Di sabana 1 terdapat lapak luas dan banyak pendaki yang mendirikan tenda di sabana 1, di sabana 1 ini view nya bener-bener indah jadi engga heran banyak pendaki ngecamp disini. View yang bisa kita nikmati yaitu padang Savanna yang membentang luas yang jadi ciri khas Gunung Merbabu dan Gunung Merapi juga masih bisa terlihat dari sabana 1.

SABANA 1 - SABANA 2


Foto Kiri - Kanan : Tatan, Galih, Erwin, Gue Danu

Foto Kiri - Kanan : Tatan, Galih, Erwin, Amri
Team mutusin buat foto-foto sebentar di sabana 1 sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sabana 2, sekiranya waktu udah nunjukin pukul 13.20 team langsung tancap.!!! 
gue sama team sepakat mau buat camp di sabana 2 karna untuk summit ke puncak lebih deket ketimbang dari sabana 1, tapi masalah view masih menang sabana 1 laaah yaaa hahaha. 
Udara di sabana 1 ini juga udah lumayan terbilang cukup dingin apa lagi pas gue sama team ngelakuin pendakian cuaca di Gunung Merbabu lagi sering badai angin, gue sendiri engga kuat sama dinginnya ditambah angin kenceng juga & akhirnya dari pos 3 gue pake jacket polar standar biar engga terlalu dingin aja hehehe.

Tatan sedang bergembira di Sabana 1
Sepanjang perjalanan kita pun saling menyapa sesama pendaki entah untuk sekedar tanya berasal dari mana atau pun lainnya, karna Gunung Merbabu ini di jawa tengah... 
gue pake sebutan "Mas" buat nyapa sesama pendaki hahaha, yekali lu panggil baang... 
ini jawa tengah tooong bukan jakarteee.!!! 

SABANA 2 Gunung Merbabu via Selo
Sekiranya pukul 14.10 team sampai di Sabana 2 tempat Camp akhir sebelum melanjutkan Summit esok hari ke Puncak, estimasi waktu yang dibutuhin team kali ini untuk sampai ke sabana 2 dari sabana 1 50menit. Seperti yang gue bilang tadi cuaca di gunung merbabu lagi sering badai angin & kabut sering turun, sesampainya team di sabana 2 kabut udah turun beserta angin kencang. Tips nya buat sedikit menghindar dari badai angin kalian bisa ngediriin tenda di deket pohon biar engga terlalu kena hembusan angin, soalnya di camp area sabana 2 ini bisa di bilang kayak lembah luas gitu jadi engga heran kalo emang anginnya kenceng.

Adminnya lagi meditasi hehehe
Di Sabana 2 lapak nya lumayan luas & biasanya pendaki jadiin sabana 2 buat camp terakhirnya, tapi denger-denger dari pendaki yang kita temuin diperjalanan agak ke depan lagi dari sabana 2 suka banyak juga yang buat camp karna lebih banyak pepohonan ketimbang di sabana 2 yang pepohonannya sedikit... eeeiitss tapi ada yang bilang di deket puncak trianggulasi puncak sebelum kenteng songo juga ada pendaki yang suka diriin tenda lohhh..., tapi cuma muat beberapa tenda aja. Total estimasi pendakian gue sama team kali ini memakan waktu 6jam setengah buat sampai di sabana 2.

Dari Sabana 2 untuk summit ke puncak kenteng songo / puncak tertinggi dari gunung merbabu kisaran 50-60 menit. Pendakian gunung merbabu via Selo ini kita bakalan ngedapetin 2 puncak, yaitu puncak Trianggulasi 3141 mdpl & yang tertinggi Puncak Kenteng Songo 3142 mdpl, selisihnya sedikit diantara kedua puncak itu sih... jadi engga ada salahnya kalian cobain kedua puncaknya hehehe.

06 November 2016
SABANA 2 - Puncak Gunung Merbabu
Sekiranya pukul 03.00 kami semua yang berada di dalam tenda pun terbangun karna Badai Angin saat itu di sabana 2, 2 Frame tenda pun patah akibat badai angin itu sendiri, dari situ gue sama team langsung keluar dari tenda buat ngebenerin semua kerusakan dari mulai frame patah, tali flysheet putus & pasak tenda beberapa ada yang terlepas.

Karna cuaca yang kurang mendukung untuk Summit ke puncak, gue sama team nunggu beberapa jam biar cuaca kembali normal, sekiranya pukul 05.00 3orang dari team kami termasuk Gue, Amri, Tatan, langsung persiapan buat summit, berhubung 2 orang dari team kita yaitu Galih & Erwin agak capek akhirnya mereka mutusin buat engga ikut summit.

Selama perjalanan Summit cuaca pun berubah-ubah dari mulai cuaca yang dingin, angin kencang & kabut yang secara tiba-tiba datang. Walaupun cuaca yang kurang mendukung buat summit tetapi banyak juga dari pendaki lain yang tetep lanjutin buat summit, sesekali team pun berhenti di sekitar pohon besar buat sedikit istirahat & berlindung dari terpaan angin kencang juga.
Cuaca dingin + angin kenceng emang gak bisa bohong meen... bikin badan ngilu semua.

Karna team kebanyakan berhenti akibat cuaca yang kurang mendukung akhirnya kita baru sampai di titik pertigaan menuju Puncak Trianggulasi & Puncak Kenteng Songo pukul 06.00, jadi team kali ini butuhin waktu dari sabana 2 sampai di titik per tigaan menuju puncak 60menit, dari pertigaan ini buat kepuncak keduanya kira-kira 10-15menit, kalo ke kiri kita ke puncak trianggulasi dan ke kanan ke puncak kenteng songo.

Jalur sebelum sampai di pertigaan menuju puncak
Ke arah Kiri Puncak Trianggulasi
Setelah berhenti beberapa menit di pertigaan yang mengarahkan kami menuju puncak, team pun mutusin buat kepuncak Kenteng Songo dulu baru ke Puncak Trianggulasi.

di sebrang terlihat Jalur Wekas / sebagainya
ohhiya dari pertigaan ini juga keliatan barisan tenda-tenda pendaki di sebrangnya... mungkin itu jalur dari arah Wekas atau sebagainya... gue pun kurang paham jalur-jalurnya hahaha.

Puncak Kenteng Songo 3142 mdpl, Kiri - Kanan : Amri, Tatan, Gue(danu)

Narsis dikit boleh laah yaaa, hahaha
Sudah cukup lama team narsis di puncak kenteng songo lalu kita ber 3 langsung tancaaap ke Puncak Trianggulasi.!!! dari puncak kenteng songo ke puncak trianggulasi engga lama kok... kisaran 10 menitan.

Amri di puncak trianggulasi
Gue(danu), abang sendirian aja nih neng... temenin dong.??
Cuaca di puncak waktu itu agak labil, view di sekeliling kadang keliatan jelas kadang ketutup kabut, itu lah yang buat gue lama dipuncak hahaha, karna lagi nunggu moment kabut ilang meeen.
Selain suka pergi-pergi menjelajahi alam gue pribadi juga suka motret dengan tema landscape gitu, jadi engga heran kalo gue lebih lama berhenti di spot yang menarik... 
sekedar ngabadiin moment engga ada salahnya kan, lumayan juga buat di ceritain kalo udah tua nanti hahaha.

View Sabana 1 , Sabana 2 & Merapi

View Sindoro - Sumbing dari Puncak Trianggulasi (kalo gk salah) hahaha

Puncak Trianggulasi, Merapi terlihat jelas
Dari Puncak Kenteng Songo & Puncak Trianggulasi kita bisa ngeliat banyak view, contohnya view sabana 1, sabana 2 dari ketinggian & Gunung Merapi yang berdiri kokoh... eitsss masih ada lagi view yang bisa kita liat dari kedua puncak ini lohh... kita juga bisa ngeliat perbukitan yang jadi jalur pendakian di sekitar gunung merbabu, kalau kabut lagi menghilang kita juga bisa ngeliat Gunung Sindoro & Sumbing yang berdekatan, cieee berdekatan... terus kita kapan neng.?? hahaha.

Setelah puas nikmatin ciptaan tuhan yang bener-bener engga ada abisnya dikasih buat di nikmatin sama manusia kita ber 3 pun turun ke camp area yang ada di sabana 2, 
selama perjalanan turun view yang kita bakalan liat tuh emang bener engga abis-abis.
Bersyukurlah kita sama Allah telah menciptakan bumi dan isinya yang begitu sempurna, sekali lagi terimakasih yaAllah atas semua nikmatmu.

Perjalanan turun (Tatan, Amri)

Track menurun untuk menuju sabana 2

View Sabana 1 & Sabana 2 dari ketinggian
Menurut gue Gunung Merbabu recomend banget sih buat kalian yang suka mendaki gunung atau sekedar nikmatin alam sekitarnya, karna view yang di suguhin disini emang bener keren. Tetapi tetep buat kalian yang berkegiatan alam di manapun untuk tidak buang sampah sembarang & bawa kembali sampah kalian setelah berkegiatan alam.

Amri bersama merapi

View dari Puncak Gunung Merbabu

Camp Area Sabana 1 & Sabana 2

Jadilah seperti Merapi neng, yang tidak pernah ingkar janji... hahaha
Untuk turun ke Camp Area sabana 2, kurang lebih memakan waktu 30-40 menit, tetapi hati-hati buat turunnya karna agak sedikit curam, selama perjalanan turun gue ngeliat ada pendaki yang menurut gue agak kurang enak aja... entah emang gayanya begitu apa emang mau songong nuruninnya pake cara lari... ternyata ehh ternyata meen.. dia terjatuh dan terguling-guling, untungnya pendaki itu sempat tertahan sedikit pepohonan... mungkin kalo engga ada pepohonan lu kelar tooong.!!! biar ape sih toong turun aja pake lari segala.???

View Gunung Merapi
Setelah 3 orang dari team termasuk gue sampe di Camp Area Sabana 2 kita pun engga langsung turun ke basecamp, tetapi lebih milih buat ngecamp lagi di sabana 1 hahaha, karna team kita masih punya waktu sehari lagi sebelum pulang & team juga masih kurang puas kalo nikmatin alam di Gunung Merbabu cuma 1 malem hehehe.

Amri, View Sabana 1

Gue(danu), perjalanan menuju camp area Sabana 1

Siang pun berganti menjadi Sore, setelah tenda yang team buat di sabana 1 selesai kita semua melihat ke arah kiri dan yang terlihat disitu senja yang indah ingin tenggelam, engga lupa kita semua pun berburu sunset di sekitaran camp area sabana 1. Menurut gue pribadi emang ini gunung recomend banget, bisa nikmatin keindahan sunrise & sunsetnya.

Tatan si pejuang kertas salam-salam
Amri dengan posenya
Tetap bersyukur atas segala ciptaanya

07 November 2016
SABANA 1 - BASECAMP

Sunrise di Sabana 1
Pagi itu sekiranya pukul 05.00 Sunrise dari sabana 1 pun udah keliatan jelas, cuaca disini alhamdulilah engga ada hujan sama sekali, cuma udara dingin yang engga biasa dan angin kencang masih tetep sama di sabana 1, team pun mutusin buat turun ke basecamp pukul 08.00, estimasi waktu yang di tempuh buat turun dari sabana 1 kisaran 3-4 jam bisa lebih cepat tergantung perorangannya.

JAGALAH KEBERSIHAN.!!!
Foto-foto udah sarapan udah, apa lagi yang belum.??? ohh iya kita belum ngopi hahaha. percayalah minum kopi di ketinggian itu lebih nikmat meen... sebelum turun pun team nyempetin buat ngebersihin sampah di sekeliling tenda yang kita buat, ini sih bukan sampah yang kita buang tetapi mungkin pendaki lain yang belum sadar tentang menjaga keindahan alam. Sekarang apa salahnya kalian setelah berkegiatan alam sampahnya tuh dibawa lagi.? apa karna berat.? kalo karna berat... simplenya kalian gausah berkegiatan alam kalo cuma mau nikmatin dan engga mau ngejaga alam.

Sabana 1 pagi hari

Sekiranya waktu udah nunjukin pukul 07.50 team pun selesai re-packing dan segera turun dari sabana 1 menuju basecamp.
Setelah cukup lama kita menuruni track yang lumayan agak terjal sampailah team di plang Taman Nasional Gunung Merbabu pukul 11.20 estimasi waktu untuk turun dari sabana 1 menuju Plang Taman Nasional Gunung Merbabu yaitu 3jam 10menit.
Dari sini team langsung menghubungi kembali Pak Nardi untuk dijemput kembali menuju kerumahnya dan mengantarkan kami semua ke Stasiun Purwosari yang letaknya di Kota Solo.

Setelah sampai di rumah pak nardi yang letaknya di dekat jalur pendakian gunung merbabu kita pun di suguhi makan siang & minuman hangat, disini kita bisa beristirahat / mandi. Tidak lupa kami pun meminta tolong kepada pak nardi untuk mengantarkan team untuk menuju Stasiun Purwosari di Solo, kali ini pak nardi memberikan harga jasa mengantarkan kami semua ke St.Purwosari dengan harga 250.000/mobil, bisa muat 5-6 orang 1 mobilnya & sudah termasuk biaya makan secara gratis dirumahnya, lumayan murah kan.?? cuma bayar 250rb bisa dianterin ke stasiun yang menurut gue sendiri jaraknya jauh dari boyolali menuju kota solo apa lagi sudah termasuk makan siang juga, jadi tinggal patungan aja deh sama team kalian buat bayar jasanya. Estimasi dari rumah pak nardi yang letaknya di kaki gunung merbabu menuju St.Purwosari di solo kurang lebihnya 1,5-2jam perjalanan kalo lancar, waktu itu buat perkiraan kalian biar engga ketinggalan kereta untuk pulang.

Sekiranya cuma ini yang bisa saya jabarin soal Estimasi waktu, biaya & track pendakian Gunung Merbabu, untuk rincian biaya gue bakalan jabarin dibawah secara rinci.
Thanks udah nyimak artikel gue kali ini soal "Pendakian Gunung Merbabu via Selo" & engga lupa juga Terimakasih kepada Allah telah memberikan kita keselamatan pada kami sampai pendakian selesai.

RINCIAN BIAYA :
-Bis menuju Boyolali 150.000/org
-Carter mobil dari boyolali - rumah pak nardi 175.000/5orang
-Logistik Pendakian 35.000/org
-Simaksi Pendakian 15.000/org
-Carter mobil dari rumah pak nardi - Stasiun Purwosari Solo 250.000/5org
-Tiket Kereta api dari St.Purwosari - St.Pasar Senen 80.000/org

Total Pendakian Gunung Merbabu per orang : 365.000 
(belum termasuk pengeluaran pribadi selama perjalanan)

27 September 2016

PENDAKIAN GUNUNG RINJANI MEMBUAT RINDU INGIN KEMBALI - PART 3 (DANAU SEGARA ANAK - PINTU SENARU)

MT.RINJANI 3726 MASL - PART 3
(DANAU SEGARA ANAK - PINTU SENARU)


TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI "PINTU SENARU"
Di postingan part 3 ini gue mau lanjutin cerita pendakian gunung rinjani yang sebelumnya udah di tulis di Part 1 & 2. Part 3 ini bakalan nyeritain pagi hari di Danau Segara Anak & ngelanjutin perjalanan turun lewat Jalur Senaru.

27 JULI 2016
Sekitar pukul 05.50 waktu lombok, gue sama team udah bangun buat persiapin perjalanan menuju pintu senaru, karna jalan yg bakalan kita lewatin itu jauh & susah juga kondisi tracknya, paling pertama yang perlu disiapin yaitu Sarapan pagi, karna team masih punya persediaan ikan yg ditanggkep di danau bekas tadi malem & menu sarapan kita kali ini Ikan goreng lagi hehehe.
Ikan goreng dipilih karna praktis udah di bumbuin & kita bisa ngehemat waktu buat persiapan turun via senaru.

Tito lagi jadi koki Pagi ini
Team kali ini mutusin buat start turun ke pintu senaru jam 09.00, kebanyakan tenda di camp area segara anak itu dari jam 06.00 udah pada di copot, mungkin mereka enggak mau kena malem di jalur senaru yang punya segudang cerita mistis itu.
Banyak pilihan jam sih sebenernya buat start dari segara anak ke pintu senaru, tapi biasanya pendaki-pendaki lain itu kalo start dibawah jam 11.00 dia bakalan ngecamp lagi di plawangan senaru kalo engga mau kena malem di jalur senaru, team mutusin buat start jam 09.00 & kita engga mau ngecamp lagi di plawangan senaru, kita juga udah mikirin mateng2 buat start jam segitu, kalaupun team kena malem di jalur senaru tetep di terusin. Pass team ngomongin ini sih gue juga sempet mikir aneh-aneh di jalur senaru kalo kena malem disitu gimana, gue udah sering baca2 cerita tentang jalur senaru yg bener-bener banyak mistisnya, bersyukur team kita ada 5 orang lombok asli yang tau jalur senaru walaupun nanti udah kena malem.

View Gunung Baru Jari

Team JKT , LOMBOK , PADANG & TASIKMALAYA

Pagi-Pagi masih ada yang mancing
Setelah gue sama team selesai sarapan, engga lupa juga kita sama team ngabadiin moment sebelum ninggalin Danau Segara Anak ini, gue juga mikir entah kapan lagi kesini, ini bener-bener pendakian gue paling istimewa & dipertemuin juga sama orang2 istimewa kayak mereka, sekiranya jam 07.00 di samping tenda team kita juga ada pendaki asal Palu yang udah beres re-packing dan mau langsung turun ke pintu senaru, kita juga nyempetin foto bareng mereka sebelum mereka turun, duhhh... sesama pendaki tuhh enaknya gini kalo ketemu di gunung, dari mana aja mereka berasal kita gk saling sombong... malah kita semua saling akrab kalo di gunung, tapi engga tau kalo udah di kota gimana hehehehe.

Pendaki JKT, LOMBOK, PADANG & PALU

Bagian kiri Pendaki asal Palu & kanan Team kita

Keakraban sesama Pendaki Indonesia
Sekiranya pukul 07.30, kita udah selesai foto-foto sama pendaki2 lain yg ngecamp di samping tenda team, disini juga kita dapet temen baru asal Tasikmalaya, team dia itu cewek 2 orang dan cowok 1 orang, pendaki cowok asal tasik itu juga ngajakin buat turun ke pintu senaru bareng2, mungkin karna disitu ada ceweknya 2 kali yaaa, jadi biar lebih aman aja turun bareng-bareng ke pintu senarunya.

Team JKT, LOMBOK, PADANG & TASIKMALAYA
Sebelum turun ke pintu Senaru
Waktu udah menunjukan pukul 08.00, tetapi kita masih tetep narsis buat foto-foto lagi, gimana yaa... mungkin di danau ini cerita kita bakalan abis sebelum nantinya kita pisah di pintu senaru... duhhh bakalan sedih banget deh pisah sama team ini.
Disini juga kita nyempetin buat tuker contact bbm, line, / Instagram buat ngejalin pertemanan, siapa tau next time kita semua bisa ngedaki bareng lagi. Kalo bisa untuk agan-agan sesama pendaki lain jangan saling sombong / engga mau berbaur, manusia itu bukan makhluk individu.

Gue : Kapan yaa bisa kesini lagi

Kiri-Kanan : Aldi, Anggit, Agung, Gue, Elde, Tito

Team JKT - LOMBOK - PADANG
Waktu sudah pukul 08.20 dan team mutusin buat re-packing buat nerusin perjalanan turun ke pintu senaru, waktu segini sekiranya cukup lah buat re-packing alat2 pendakian sebelum start perjalanan turun ke pintu senaru jam 09.00 . Untuk kalian yang mau ngisi persediaan air mending dari sumber mata air yg letaknya deket Hotspring di segara anakan ini, berhubung sumber air di jalur senaru itu susah, apa lagi kalo dijalur senaru udah malem... makin susah dapetin air & bisa-bisa kalian kehausan di jalan.

Di perjalanan buat sampe ke pintu senaru kita harus naik dulu ke plawangan senaru, karna letak Danau Segara Anak itu dibawah dari Plawangan Sembalun & Plawangan Senaru, perjalanan yg di tempuh sekiranya butuh waktu 4-5 jam buat sampe ke plawangan senaru, jadi sarannya sih isi banyak-banyak persediaan air buat perjalanan turun kali ini.

Anggit Pendaki asal Lombok
Re-packing juga udah selesai, team kita masih terdiri dari pendaki asal jkt-lombok-padang yg berjumlah 10 orang & pendaki asal tasik 3 orang yang tadi ngajak turun bareng ternyata dia udah jalan duluan dari danau segara anak, mungkin dia mau nyicil track, karna ada 2 orang cewek disitu takutnya engga bisa imbangin speed sama team kita. 
Waktu udah nunjukin pukul 09.00 teng, perkiraan waktu yg tepat untuk team kita buat ngelanjutin turun ke pintu senaru.

Foto Team sebelum turun Via Senaru
Track pertam yang dilewatin buat turun Via Senaru kita bakalan ngelewatin pinggiran Danau Segara Anak, track di pinggir danau kali ini jalurnya agak sempit dan sekiranya cuma muat 1 orang buat berjalan, jadi di track ini kita harus antri kalo banyak pendaki yang lewat & hati2 kalo agan-agan gk mau kecebur ke danau, pinggiran track ini sih danaunya masih terbilang cetek, tapi males juga kan kalo kecebur sampe sepatu & alat2 pendakian lainnya ikut basah.
Engga lama kita berjalan menyusuri pinggiran danau segara anak, kita bakalan ngelewatin tanah kosong yang jadi camp area juga di danau segara anak ini & tempat camp ini pernah jadi salah satu lokasi syuting film Romeo & Rinjani lohhh.., rata-rata yang buat camp disini itu porter dan bule-bule2.

Tempat syuting Film Romeo & Rinjani
View dari camp area disini itu bener-bener keren banget, kita bisa ngeliat megahnya danau segara anak & sekeliling di camp area ini juga banyak bukit-bukit yang di tumbuhin pohon cemara.
Banyak pendaki yang mutusin buat engga ngecamp disitu karna jarak yang jauh untuk ke sumber air di danau segara anak, maklum disana cuma ada bule-bule & porter, kan mereka para bule enak makan sama minum udah di atur porter hehehe.
Dari camp area ini titik awal kita mulai jalan buat naik ke plawangan senaru, ini yang dibilang mau turun yang naik hehehe, kenapa kebanyakan orang bilang begitu.??, logikanya itu kalo mau turun yaaa jalur yang di lewatin bakalan menurun, tapi engga disini, disini kita harus naik ke plawangan senaru yg makan waktu 4-5 jam hahaha lumayan kan.? .

Track menuju plawangan senaru itu terbilang sulit, karna di dominasi sama batuan besar yg semakin naik & ngebutuhin otot kaki bekerja lebih extra, naikin plawangan senaru sama juga susahnya kayak turun dari plawangan sembalun ke danau segara anak, tebing-tebing juga yang kita lewatin kali ini.

Batu Ceper tempat rest di jalur menuju Plawangan Senaru

Elde Pendaki asal Padang

Tito, sahabat pendakian gue dari Jakarta

boleh laah kali-kali guenya difoto hehehe
Tepat pukul 11.00 siang kita sudah sampe di Batu ceper, tempat ini yang biasa buat rest sebelum lanjut lagi menuju plawangan senaru, karna tempat ini teduh tertutup pohon2 & di tempat ini view nya juga bagus, kita bisa dapetin view segara anak & baru jari, disini juga bisa foto dengan view tebing di samping jalur ini. 
Makannya ini tempat jadi favorit para pendaki buat rest, karna setelah batu ceper ini track yang di lewatin semakin sulit & menanjak dari yang sebelumnya. Dari batu ceper sampe ke plawangan senaru juga kita gk bisa dapetin sumber mata air, makannya dari danau segara anak kita wajib re-stock persediaan air yang banyak & jangan ngerasa bawa air banyak-banyak kita bakalan nambah berat barang bawaan, sekarang mikirnya gini aja yaa... emang sihh barang bawaan kita nambah berat karna bawa air banyak dari danau segara anak, toh ini buat kepentingan kita sendiri.

View Danau Segara Anak dari Batu Ceper (Bang Rizi-Lombok)

View Tebing di kanan kiri jalur menuju Plawangan Senaru (Gue/Danu - Jakarta)

Kemiringan Track dari Batu Ceper menuju Plawangan Senaru
Di tempat rest Batu Ceper ini team kita dipecah, karna team prediksi bakalan sampe malem di pintu senaru, kalo udah malem bakalan susah cari angkutan buat sampe ke rumah masing2 & team mutusin buat bang Diat, Anggit, Gita pendaki asal lombok ini duluan jalan biar sampe di pintu senaru enggak kemaleman, team kali ini berjumlah 7 orang (Danu,Tito-Jakarta , Elde,Agung,Jarwo-Padang , Aldi,Rizi-Lombok) .
Track yang di lewatin buat naik ke plawangan senaru ini banyak di dominasi batuan yang besar & kita sesekali harus cari point2 buat pegangan naiknya, karna emang dari tumpuan batu pertama ke batu kedua jaraknya agak jauh, jadi perluin banget ada pegangan disini. Kalo naikinnya engga bawa carrier sih fine-fine aja, disini kita bawa carrrier yang menurut gue beratnya masih sama kayak awal pendakian -,-, jadi disini harus di jaga kesimbangan buat naik ke batuannya.

Pendaki lagi antri buat naikinnya
Selama track menuju plawangan senaru ini emang jarang sekali kalo yang di injek itu tanah2, kebanyakan disini batu dan selama di track ini juga ada bonus track landai di beberapa tempat, tapi bonusnya itu cuma sebentar-sebentar, jarak bonus 1 ke 2 dan seterusnya itu lumayan jauh juga hehehe, jadi sabar aja yaa ngelewatinnya. View sekeliling jalur ini juga bagus-bagus kok, kalo tracknya kita liat dari bawah itu serasa kita ngelewatin pinggiran tebingnya, duhhh keren banget itu kalo di foto, gue sendiri engga nyempetin foto di sekeliling track karna gue juga udah capek banget ngelewatin tracknya yg terus naik terjal & jarang juga bonusnya. Di track ini team kita banyak ngabisin persediaan air yg kita bawa, cuaca pada saat itu terbilang panas dan kabut pun belum turun, jadi kebanyakan team kita cepet aus di track ini.

Turis ketinggal dari rombongannya
Jalur menuju Plawangan Senaru
Semakin naik & semakin curam track menuju plawangan senaru, di track ini juga ada beberapa pegangan yang di sediakan pihak Taman Nasional Gunung Rinjani di beberapa tempat yg terbilang curam, di jalur ini pendaki di sarankan buat hati-hati cari tumpuan yang di injak, mengingat batuan di track ini gampang copot dari tempat semulanya... yaa walaupun gk semua yang copot tapi hati-hati itu penting buat lewatinnya, karna dari beberapa pegangan yang di sediakan dari pihak TNGR banyak juga udah ambruk dan belum di perbaiki.

Tempat pukul 13.00 siang gue sama 7 orang team udah sampe di Plawangan Senaru, kalo di inget2 perjalanan yg di mulai dari danau segara anak tadi pukul 09.00 dan sampe di plawangan senaru 13.00, jadi team kita ngabisin waktu sekitar 4 jam buat naik ke plawangan senaru, waktu yang lumayan buat perjalanan naik ini.
Di plawangan senaru banyak juga yang mendirikan tenda, mungkin para pendaki yang turun via senaru mau lanjutin perjalanannya besok hari, karna perjalanan menuju pintu senaru masih terbilang sangat jauh dan bisa-bisa kena malem di jalur senaru ini, kebanyakan porter emang cerita-cerita soal jalur senaru ini bener-bener mistis... yaaa sama kyk yang gue baca dari pengalaman-pengalaman pendaki lain yang lewatin jalur senaru. 
Di plawangan senaru juga banyak pendaki-pendaki lain yang mendirikan tenda buat ngelanjutin turun ke danau segara anak, biasanya pendaki2 ini yang naiknya via senaru jadi turun via sembalun.

Sebenernya soal mistis di jalur senaru itu balik lagi ke pribadi masing-masing, kalo gue sih mikirnya mau kena malem di jalur senaru juga gk masalah, soal cerita mistis jalur senaru.?? tetep berdoa aja semoga diberi keselamatan ngelewatin jalurnya, tohhh kita engga ganggu penghuni-penghuni gaib di jalur senaru kan.? jadi buat apa kita takut. yakin aja Allah bersama kita.

View dari Plawangan Senaru
View yang bisa kita lihat dari Plawangan Senaru itu ada anak gunung rinjani yaitu Gunung Baru jari yang letaknya di Danau Segara Anak, Gunung Baru Jari itu sendiri masih aktif, terakhir kalo engga salah erupsi tahun 2010.
Jadi buat agan yang bener-bener penggila foto beraliran Landscape, spot di Plawangan Senaru ini cocok buat motret Gunung Baru Jari dari atas.

Dari Plawangan senaru ini kita nerusin buat ke pos 3 dengan track awal yang di dominasi batuan-batuan, setelah melewati track yang berbatu, kita bakalan ngelewatin track pasir yang menurut gue itu bener-bener licin, disini kita perlu hati-hati, karna di track ini selain licin ditambah track yang menurun, beberapa kali gue sama team juga kepeleset di jalur ini, emang licin banget tracknya... beneran deh.

Pukul 15.30 team sampe di POS 3, di pos 3 ini biasanya para pendaki yang engga mau kena malem di jalur senaru bakalan ngecamp dan nerusin perjalanan besok pagi buat ke pintu senaru, di pos 3 ini team kita yang sisa 7 orang dipecah lagi, jadi 3 orang yaitu Tito,Rizi,Jarwo nerusin langsung ke pintu senaru, dan sisa 4 orang dari team yaitu Danu(gue),Aldi,Agung,Elde. Dari sisa 4 orang disini ada Aldi dari Lombok yang bakalan jadi penunjuk jalan buat ngelewatin jalur senaru.

Soalnya 4 orang dari team yang jalan paling akhir mutusin buat istirahat agak lama nantinya di pos 3 extra, makannya team kita dipecah lagi dari pos 3. Team yang sisa 4 orang terakhir dari team yg tadinya berjumlah 10 orang pun ngelanjutin jalan ke POS 3 EXTRA, sekiranya pukul 17.00 dari 4 orang team terakhir sampe di pos 3 extra dan mutusin istirahat, enggak lupa kita bakar sebats rokok, disini kita juga ketemu lagi sama 3 orang pendaki asal tasik yg mutusin buat jalan duluan dari danau tadi pagi.

Persediaan air team kita yg sekarang sisa 4 orang juga udah tinggal sedikit, di pos 3 extra ini baik hatinya pendaki asal tasik itu ngebuatin kita mie & ngasih air buat nambah-nambah persediaan air dari team kita, disini kita mikir buat engga boros boros minum air , tapi pas di pos 3 extra ini kita make air yg dikasih pendaki asal tasik itu buat bikin extra joss hahaha, duhhh rasanya tuh gimana ya abis makan mie + minumnya extra joss + juga bakar rokok itu seretnya minta ampun hahaha, ini emang kegilaan dari 4 orang team kita, berhenti sebentar kalo engga buat extra joss / bakar rokok hahaha.

Setelah cukup waktu buat istirahat kita langsung lanjutin perjalanan sama team yg sisa 4 orang, di pos 3 extra ini pendaki asal tasik engga bareng sama kita, dan lagi-lagi kita cuma jalan ber 4 buat nerusin ke pos 2.
Track yang di lewatin abis pos 3 extra itu udah masuk hutan-hutan yang ketutup, boro-boro panas, sinar matahari aja sedikit doang yang masuk, mungkin hutan di jalur senaru ini emang bener-bener ketutup. Dari pos 3 extra tadi team kita yang sisa 4 orang nyepakatin buat turun ke pos 2 pake cara lari, maksudnya biar kita cepet ngebunuh waktu biar sampe pos 2, porter2 bilang kalo buat ke pos 2 itu butuhin waktu sekiranya 2 jam, sepanjang jalur yang kita lewatin dari pos 3 extra untuk ke pos 2 itu udah masuk hutan, yang kita injek kita bukan tanah, tracknya itu berupa akar-akar tumbuhan yang menurut gue licin kalo di injek, apa lagi kita lewatinnya pake cara lari.

POS 2 Jalur Senaru
Akhirnya kita sampe di POS 2 Senaru itu sekitar pukul 18.10 , langit juga masih terang, karna di lombok lebih cepet 1 jam jadi jam 18.10 nya masih terang. Di pos 2 tersedia tanah yang luas sekiranya bisa buat ngecamp banyak tenda, pos 2 ini lumayan terbuka & engga tertutup kayak jalur sebelumnya, pas sampe disini kita bersyukur banget cuma butuhin waktu sekitar 1 jam buat sampe pos 2, waktu ini terbilang cepet, karna porter prediksi waktu buat sampe ke pos 2 itu 2 jam.

Di Pos 2 ini gue sama sekali engga ngeliat orang ngecamp, padahal lapaknya luas, pas gue sampe pos 2 cuma ada 4 orang dari team termasuk gue. Ini dia Pos di jalur senaru yang dibilang mistis, porter kebanyakan bilang kalo ngecamp jangan di pos 2, karna kalo kita ngecamp di pos 2 bakalan di ganggu sama penunggunya / bisa-bisa kita bakalan ilang di pos 2 ini, enggak cuma porter juga sih yg cerita, pendaki lain juga banyak yang cerita soal kemistisan pos 2 ini.

Menurut gue semua gunung itu banyak punya cerita mistisnya, selagi kita engga ganggu / engga macem-macem di tempat itu yaaa jadi positif aja, persediaan air buat 4 orang team kita juga udah tinggal sedikit banget & di pos 2 ada plang tulisan sumber mata air 20 menit turun kebawah, tapi dari 4 orang team kita udah nyadarin kemistisan pos 2 dari sebelum memulai pendakian ke Gunung Rinjani, sukur kalo abis ambil air bisa balik, kalo engga balik gimana.? hahahah, yaa jadinya kita engga ngambil persediaan air di pos 2 ini.

Gue sendiri sih udah ngeberaniin & bilang sama team buat ngambil persediaan air, dan team kita tetep engga ada yang mau ambil air, gue juga sempet bilang, "ini tuh alam lohh... kita engga bisa main-main, emang perjalanan kali ini tuh kita bakalan turun, tapi kita juga perlu persiapan kalo emang nantinya udah malem di jalur, kita gk nemu sumber air lagi & kita kehabisan air gimana.?" , disitu Aldi selaku pendaki asal lombok dan penujuk jalan buat kita ngomong kalo dia engga bakalan minum kalo turun, jadi persediaan air di serahin buat diminum sama Gue danu, Elde, Agung. Rasa-rasanya kita juga engga mau mutusin buat lama-lama istirahat di pos 2 karna langit semakin gelap, akhirnya team ngelanjutin perjalanan buat ke Pos 1.

Perjalanan dari pos 2 ke pos 1 lumayan cukup lama, sepanjang track kita tetep ngelewatin hutan yang tertutup dan suara-suara hewan liar yang menurut gue nyeremin juga, tapi gue tetep positif, di perjalanan menuju pos 1 langit udah mulai gelap & team pun berhenti sebentar buat ambil headlamp sebagai penerangan jalan.

Cukup lama kita berjalan menuju pos 1, waktu menunjukan pukul 20.00 akhirnya team kita sampe di POS 1, cuaca saat itu berkabut & bener-bener gelap. Di Pos 1 posisinya masih di dalam hutan yang tertutup di jalur senaru yg punya segudang cerita mistis, gue pribadi juga engga mau iseng nyenter kanan kiri takut ngeliat yang aneh2 hahaha, bayangin aja team kita sekarang sisa 4 orang di pos yang letaknya di dalem hutan tertutup yang punya segudang cerita mistis, sempet kita ber 4 punya rasa takut juga... manusiawi lah takut itu, kita ber 4 engga saling ngungkapin rasa takut tapi milih buat diem & nyebats dua bats rokok aja biar lebih santai hehehe. 

Engga mau lama-lama di pos 1 team langsung nerusin perjalanan buat ke pintu senaru, kali ini yang bakalan di lewatin itu pos 1 extra setelah itu plang Pintu Senaru.
Selama perjalanan dari pos 1 menuju pos 1 extra persediaan air untuk team kita sudah habis.!!! Di track ini juga kabut udah turun, suasana jadi lembab & akar-akar pohon di sepanjang track juga licin kalo di injak, sering team kami terpeleset karna akar-akar pohon ini. di perjalanan menuju pos 1 extra gue pribadi udah gk kuat banget nerusin perjalanan karna gue dehidrasi berat, awalnya aus biasa tiba-tiba rasa aus memuncak badan jadi gerah, panas dingin & jalan udah sempoyongan, gue bilang ke Aldi yang saat lagi fokus nyari jalur di hutan yang gelap itu, gue bilang "Diii gue udah engga kuat nerusin, aus banget rasanya... Aldi ngejawab : sebentar lagi daann tahan dulu sebentar... kita harus tetep lanjutin perjalanan & jangan berenti kelamaan, kalo berenti kelamaan kita bakalan terus-terusan di dalem hutan ini" .

Suasana disitu udah mencekam, karna embun udah nutupin jalur, cuma 4 orang di dalem hutan, beberapa dari kita juga sering kepeleset di jalurnya & gue udah sempoyongan jalan karna dehidrasi yang berat. Tapi semua team maksain jalan biar kita semua bisa keluar secepatnya dari hutan senaru yang punya segudang cerita mistis itu. Sepanjang jalan buat keluar dari pintu senaru gue ngatasin dehidrasi gue itu dengan cara ngejilat embun-embun yg netes di daun, gue terpaksa banget ngelakuin begitu karna udah bener2 engga bisa nahan ausnya & sepanjang jalur juga udah engga ada sumber mata air. 

Kesalahan team kita yang sisa 4 orang ini tuh tadi yang di ceritain dari segara anak & pos 2, udah saatnya ngisi persediaan air tapi kita engga ngisi, walaupun perjalanan kali ini buat turun gunung, tapi fungsi air punya peran yang besar disini.!!! Ini bakalan jadi pelajaran banget buat gue kedepannya.

Sekiranya kita udah ngelewatin dimana kondisi bener-bener mencekam dan akhirnya team kita udah ngedenger suara lagu-lagu dari luar, itu tandanya kita udah mau keluar dari hutan ini, track pun udah mendatar dan kita udah ngeliat cahaya lampu dari kejauhan, itu cahaya lampu dari plang Pintu Senaru, artinya penderitaan kita udah selesai selama di dalam hutan senaru. 
Gue sama team pun dengan semangatnya buru-buru nyamperin cahaya lampu itu, sekiranya pukul 21.00 kita udah sampe di Plang Pintu Senaru & disitu juga ada satu-satunya warung milik warga Desa Senaru yg bisa kalian jadiin tempat istirahat. Berhubung gue masih dehidrasi berat, gue buru-buru geletakan di warung & team gue, Aldi, Agung, Elde perhatian banget sama gue sampe ngambilin gorengan, air aqua & teh hangat, biar dehidrasi gue cepet hilang.

PLANG PINTU SENARU
Setelah cukup lama team kita istirahat di warung yang ada di plang Pintu Senaru, ternyata dari sini kita harus jalan lagi kurang lebih 1jam buat sampe ke tempat dimana mobil / kendaraan lainnya bisa masuk, jadi Plang Pintu Senaru ini bukan akhir dari perjalanan, kita harus ngelewatin kebun-kebun / jalanan gelap yang disekelilingnya banyak di tumbuhi pohon bambu, di sekitar jalan ini juga sebelah kanannya kita bakalan ngedenger suara air terjun senaru, entah apa nama air terjunnya gue sendiri cuma denger suara aja, soalnya kanan kiri itu masih gelap, headlamp juga masih tetep dipake disini.

Singkat cerita, kurang lebih pukul 22.00 team kita yg sisa 4 orang pun sampe di tempat akhir yang bisa di masukin angkutan di desa senaru ini, disini kita juga ketemu lagi sama Rizi, Tito, Jarwo, dia ber 3 sudah sampe dari jam 8 malem di tempat angkutan ini & mutusin buat nunggu 4 orang team yg tersisa, sementara bang Diat, Gita & Anggit sudah duluan pulang ke rumahnya di Mataram-Lombok, karna dia sudah sampe di tempat angkutan ini jam 6 sore. 

Tempat akhir yg bisa di masukin kendaraan ini juga di sekelilingnya di sediain pos buat istirahat para pendaki dengan gratis tanpa harus membayarnya, jadi kita bisa gunain buat istirahat sementara untuk ngelanjutin perjalanan / menginap di pos-pos ini.
Di tempat akhir yang bisa di masukin kendaraan ini, akhirnya kita semua di jemput sama anak buah Bang Diat dengan menggunakan mobil bak terbuka untuk pulang ke daerah asal pendaki lombok yang berada di Mataram, disini pendaki asal Jakarta : Danu(gue), Tito & pendaki asal Padang Elde, Agung, Jarwo juga di suruh pulang dan beristirahat di rumah Bang Diat, lagi-lagi pendaki asal lombok ngebantu kita, bersyukur banget ketemu orang-orang seperti mereka.

Saran kalo turun Via Senaru itu persediaan air harus jadi perhatian, kalau pun engga mau kena malem di hutan senaru kalian bisa ngecamp di Plawangan Senaru / Pos 3, kalau mau di terusin kena malem di hutan senaru yang perlu di usahain kalian bawa penduduk asli lombok / orang yg udah tau jalur di hutan Senaru.

Oke agan-agan terimakasih udah nyimak artikel Part 3 Pendakian Gunung Rinjani kali ini yang nyeritain perjalanan Pagi hari di Danau Segara Anak sampai di Pintu Senaru .
Menurut gue Gunung Rinjani itu Recomended banget buat di kunjungin, selain punya puncak tertinggi ke 3 di indonesia, Rinjani juga punya keindahan yang luar biasa di dalamnya, kalo soal mistis... semua gunung punya cerita mistisnya masing-masing, balik lagi ke pribadi kita nanggepinnya.

Terimakasih yaAllah sudah memberi team kita keselamatan sampai dirumah & Terimakasih untuk Pendaki asal Lombok yang udah mau ngejamu kita semua selama Pendakian Gunung Rinjani.